jump to navigation

Inget umur om .. July 6, 2007

Posted by Peter Hermawan in Monyong, Personal.
1 comment so far

Beberpa waktu yang lalu maen ke blog tementemen. Ada yang nulis review mengapa dia begitu benci terhadap rokok, ada yang ngasih hasil meetingnya (gak hasil sih, lha disambi gambar), ada yang marahmarah sama temennya mengenai komitmen, ditelpon gak diangkat, tapi blognya si temen ini jalan terus sih ;-) , tapi ada satu yang menarik,

http://theflyingzee.blogs.friendster.com/my_blog/2007/06/my_best_friends.html

“My Best Friend’s Wedding

Ini termasuk salah satu film yang tak terhitung telah ditonton berapa kali, Film ini juga masuk my personal top 10 all time favourite romantic movie (list lengkapnya nanti aja..). Alasan utama film ini masuk top 10 list tentu saja very very personal (la wong namanya aja “personal top 10 list”). Yang jelas banyak quote dan interpertasi yang sampe sekarang juga masi dihafal. Film ini juga yang bikin frank selalu terselip di playlistnya iTunes di manapun iTunes itu berada.. :)

Sawangane kok ngenes tenan toh lek, ditinggal rabi sopo toh ?
Mangkakno gak rabirabi sampe saiki, inget umur …..
*ngilang*

Ada salah satu komen yang bikin gw ngakak di situs itu
——————————————————————

  • eleni
  • Posted 04/05/2007 18:46
  • halo zzzzzzzzmet ultah
    cepat menikah nga usah tunggu bapak mu :p

——————————————————————
sori bro .. but she’s rite ….

anyway …happy b’day …. (iya telat)

Interesting Aspect of Life – Warren Buffet July 6, 2007

Posted by Peter Hermawan in Financial Planning.
1 comment so far

Diambil dari milis sebelah, dan ternyata setelah di googling banyak sekali link yang meng-quote nya,

Buat yang tidak  tahu siapa Warren Buffet
http://www.forbes.com/lists/2007/10/07billionaires_Warren-Buffett_C0R3.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Warren_Buffett
————————————————————————
There was a one hour interview on CNBC with Warren Buffet, the second richest man who has donated $31 billion to charity. Here are some very interesting aspects of his life:

1. He bought his first share at age 11 and he now regrets that he started too late!
2. He bought a small farm at age 14 with savings from delivering newspapers.
3. He still lives in the same small 3-bedroom house in mid-town Omaha, that he bought after he got married 50 years ago. He says that he has everything he needs in that house. His house does not have a wall or a fence.
4. He drives his own car everywhere and does not have a driver or security people around him.
5. He never travels by private jet, although he owns the world’s largest private jet company.
6. His company, Berkshire Hathaway, owns 63 companies. He writes only one letter each year to the CEOs of these companies, giving them goals for the year. He never holds meetings or calls them on a regular basis.
He has given his CEO’s only two rules. Rule number 1: do not lose any of your share holder’s money. Rule number 2: Do not forget rule number 1.
7. He does not socialize with the high society crowd. His past time after he gets home is to make himself some pop corn and watch Television.
8. Bill Gates, the world’s richest man met him for the first time only 5 years ago. Bill Gates did not think he had anything in common with Warren Buffet. So he had scheduled his meeting only for half hour. But when Gates met him, the meeting lasted for ten hours and Bill Gates became a devotee of Warren Buffet.
9. Warren Buffet does not carry a cell phone, nor has a computer on  his desk.

His advice to young people: “Stay away from credit cards and invest in yourself and Remember:
A. Money doesn’t create man but it is the man who created money.
B. Live your life as simple as you are.
C. Don’t do what others say, just listen them, but do what you feel  good.
D. Don’t go on brand name; just wear those things in which u feel  comfortable.
E. Don’t waste your money on unnecessary things; just spend on them  who really in need rather.
F. After all it’s your life then why give chance to others to rule our  life
—————————————————————————–

Ups … i broke his advice …

Kartu Kredit ? Menyenangkan kok .. June 28, 2007

Posted by Peter Hermawan in Financial Planning.
24 comments

Sama seperti pisau, kartu kredit juga mempunyai cara bekerja yang sama. Dia bisa membunuhmu atau bahkan menolongmu. Banyak saya baca blog, orang di milis ataupun rekan saya yang mengeluh mengenai tagihan kartu kredit. Menjerumuskan, lintah darat modern, tidak Islami (saya seorang muslim, tapi saya kurang suka sebuah permasalah sepele menjadi masalah agama), tidak mendidik dan sebagainya.

Jadi saya pro-kartu kredit ?

Lihat dari kacamata seperti ini,
Saya mempunyai 3 buah kartu kredit. Satu buah kartu kredit HSBC, BCA dan ANZ Cicilan. Kita bahas karakteristik setiap kartu kredit.

-HSBC Gold : Kartu kredit milik saya ini mempunyai limit paling besar. Hampir sama dengan DP rumah tipe 70. Iuran tahunan 250rb. Kenapa saya pertahankan ? SafetyNet ala saya !
Saya mempunyai sebuah account yang bisa digunakan disaat saya butuhkan. Jika saya hanya mengandalkan sebuah ATM dan Deposito, apa yang terjadi bisa diakhir minggu saya mebutuhkan dana yang lumayan besar yang seharusnya dana itu ada di deposito? Gunakan ATM ? Terus terang saya adalah orang yang ceroboh, sehingga menaruh uang lumayan besar di ATM merupakan tindakan bodoh bagi saya pribadi. Deposito ? Saya bukan user Prioritas yang bisa gedor bank di weekend. Hehehehe … Cara mudah ? Bikin kartu kredit dengan limit sebesar mungkin dan dengan iuran sekecil mungkin.

-BCA Gold : Bank Capek Antri, card satu ini untuk bayar-bayar rekening henpon, inet, dan lainnya. Dan juga untuk pembelanjaan keluarga, baik yang bulanan maupun yang dadakan alias konsumtif. Dengan pakai card ini cara pembayaran menggunakan klikbca, tidak dikenakan biaya (HSBC dan ANZ jika pembayaran menggunakan BCA dikenakan biaya 7500, bayangkan bila tagihan anda hanya 45rb dan itupun dikenakan biaya materai lunas 3rb). Promonya lumayan banyak, buy 1 get 1, diskon dan sebagainya. Betenya … kalo sudah punya kartu ini biasanya sering ditelpon oleh agency kartu kredit dari bank lain.

- ANZ Cicilan : Kartu yang bisa membikin kita tambah terjerumus dengan lilitan cicilan tapi juga membuat kita bertindak cerdas. Dengan cicilan 0% selama 3 bulan, kita tinggal menelpon Card Center dari ANZ untuk menjadikan transaksi yang kita inginkan menjadi cicilan 3 bulan tanpa bunga. Yang menarik dari kartu ini adalah, dimanapun transaksi anda, dapat anda ubah menjadi cicilan tanpa bunga. Berbeda dengan kartu kredit dari bank lain yang hanya memberikan cicilan dengan bunga 0% pada vendor yang mereka tunjuk. Dan biasanya pun, harganya sudah terpaut jauh dari harga jual normal. Trik menggunakan kartu ini, misal anda ingin membeli sebuah Handphone dengan harga standard 2jt rupiah. Silahkan keliling dahulu, tawar sana sini sampai selisih (baca : lebih murah), sebisa mungkin, 50rb. Kenapa ? Karena setiap transaksi yang digunakan untuk pembelian barang elektronik dikenakan biaya 2,5% dari nilai yang ditagihkan. Jadi 2jt x 2,5% adalah 50rb. Jika memang tidak dapat menemukan harga yang lebih rendah dari 2jt, anggap saja 2,5% itu adalah bunga dari cicilan 3 bulan anda. Sehingga bunga cicilan anda bukan lagi 0%, tetapi 0,84% perbulan. Lebih rendah dari bunga cicilan produk konsumtif manapun.

Itu baru dari segi kelebihan masing-masing kartu kredit, kalau mau lebih mantap lagi gunakan trik dengan membedakan tanggal tagihan yang berbeda. Satu awal bulan, satu tengah bulan dan satu lagi akhir bulan. Mengapa ?

Agar anda tidak kaget dalam membayar tagihan anda. Tetapi jangan terlena dangan cara satu ini. Bisa-bisa kalau anda tidak cerdik, anda malah kebobolan. Karena tenggang yang lumayan membuat gaji anda yang semestinya digunakan untuk membayar tagihan kartu kredit tengah bulan sudah habis untuk “jalan-jalan”

Lalu apakah saya tidak pernah terpuruk dalam kartu kredit ? SERING ! Yang paling sering adalah karena TEMAN. Teman yang hobi pinjam kartu kredit saya dengan alasan ada promo bagus, dan akan dibayar waktu jatuh tempo yang akhirnya jadi kredit macet.

Kesimpulan akhirnya adalah, kartu kredit adalah seperti sebuah pisau. Gunakan dengan asal, maka akan menyakiti kita sendiri. Gunakan dengan bijak, pisau itu akan membantu anda membuat ayam goreng saus inggris paling nikmat yang pernah anda makan. Slurrrppp ….

Cari kartu kredit yang sesuai dengan kebutuhan anda. Lihat fasilitas yang ditawarkan, karena ketika anda membayar biaya tahunan, berarti anda membayar jasa pelayanan dari kartu kredit tersebut.

Dan yang terakhir, biasakan bahwa apa yang anda beli menggunakan kartu kredit adalah barang yang anda butuhkan. Ataupun jika merupakan barang konsumtif, pastikan anda MAMPU membayarnya.

Jadi kalau anda orang yang sering sambat (baca : mengeluh) mengenai kartu kredit … sepertinya anda harus belajar kepada koki masakan yang lebih pintar menggunakan pisau.

Satu lagi, saya bukan koki …. hehehehe …

Bagaimana dengan anda ?